Pengalaman serta Tips & Trik Berwisata di Dieng 2015

Halo sobat pembaca blog ini! Apa kabarnya?

Kali ini saya akan share tentang pengalaman berwisata di Dieng yang saya lakukan bersama 12 orang kawan lainnya pada tanggal 15-16 Agustus 2015. Berikut ini rincian perjalanannya:

Tanggal 14 Agustus 2015

  • Pukul 21.00 : Kami naik KA Serayu Malam dg rute Jakarta Pasar Senen – Purwokerto dg tarif Rp 70.000. Kami sengaja naik kereta ini karena menyesuaikan jadwal pulang kantor. Sebetulnya jauh lebih cepat naik KA Progo atau Bengawan namun sayangnya kami kehabisan tiketnya. Atau kalau mau  lebih efektif kita bisa naik bus. Sebagai contoh, ada bus Sinar Jaya eksekutif tujuan Jakarta-Wonosobo dengan tarif 100 ribu. Dan kita tidak perlu mengeluarkan uang 35 ribu untuk naik bus lokal non-ac tujuan St. Purwokerto – Terminal Wonosobo jika naik kereta. Tapi hampir semua bus Jakarta-Wonosobo berangkatnya sore hari, ada paling lama jam 20.00 yaitu bus Damri yang berangkat dari terminal Rawamangun.
  • Pukul 08.00 : Kami tiba di St. Purwokerto, terlambat 30 menit dari jadwal. Di stasiun kami sudah ditunggu oleh mobil elf kapasitas 15 orang yang kami sewa sampai dengan keesokan harinya. Jadi hitungannya kami menyewa elf selama 2 hari untuk antar-jemput Purwokerto – Dieng dan diantarkan jalan-jalan di Dieng dengan total tarif 2.100.000 (sudah termasuk supir, uang makan supir, bensin, & biaya parkir-parkir).

Saat itu saya booking H-2 untuk mengantisipasi long weekend. Saya tahu Padi Trans dari internet dan cukup percaya dengan mereka. Kata orang-orang itu udah termasuk murah dan supirnya profesional.
Saya booking elf di Padi Rental saat H-2 untuk mengantisipasi long weekend. Kata orang-orang harga segitu udah termasuk murah, selain itu supirnya profesional.
  • Pukul 13.30 : Kami tiba di Dieng tepatnya di Puspa Indah Homestay yaitu tempat kami melakukan booking pada H-3 untuk mendapatkan homestay. Lalu kami diantarkan ke salah satu rumah warga yang akan dijadikan homestay kami, karena merasa cocok dengan perjanjian awal maka kami deal.
Homestay yang dipilihkan Puspa Indah lumayan bagus yaitu berupa rumah penduduk lokal (bukan rumah kosong), dengan 2 kamar mandi (ada water heater), serta dapur, ruang TV, & ruang tamu yang nyaman
Homestay yang dipilihkan Puspa Indah lumayan bagus yaitu berupa rumah penduduk lokal (bukan rumah kosong), dengan 2 kamar mandi (ada water heater), serta dapur, ruang TV, & ruang tamu yang nyaman. Lokasi homestay sangat strategis yaitu di Jl. Raya Dieng km 0 Banjarnegara
  • Pukul 16.00 – magrib : Kami mengunjungi salah satu obyek wisata terkenal di Dieng  yaitu kawah Sikidang dan candi Arjuna yang lokasinya bersebelahan. Saat mengunjungi kawah Sikidang jangan lupa memakai masker karena bau belerangnya cukup menyengat.

Tanggal 15 Agustus 2015

  • Pukul 01.00 : Kami bangun dini hari agar mendapat tempat untuk menikmati sunrise di Bukit Sikunir yang merupakan wisata ‘wajib’ bagi yang berkunjung ke Dieng. Jangan lupa untuk membawa jaket tebal karena di bukit ini dan anginnya kencang & sangat dingin.
Bukit Sikunir hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk didaki tapi menyajikan pemandangan layaknya di puncak gunung. Seperti yang anda tahu Dieng sendiri berada di ketinggian diatas 2000 mdpl
Bukit Sikunir hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk didaki tetapimenyajikan pemandangan layaknya di puncak gunung. Seperti yang kita tahu Dieng sendiri berada di ketinggian diatas 2000 mdpl
  • Pukul 05.45 : Setelah 2 jam menanti dan kedinginan akhirnya matahari pun terbit. Sontak orang-orang berebut tempat terbaik untuk foto.
Golden sunrise yang ditunggu-tunggu
Golden sunrise yang ditunggu-tunggu
  • Pukul 06.00 : Kami turun dari puncak bukit dan saya dapat melihat dengan jelas jalanan setapak di bukit Sikunir yang penuh dengan debu. Seperti yang kita tahu jenis tanah di Dieng adalah tanah kering dan halus. Maka dari itu saya sangat menyarankan agar membawa masker saat di bukit Sikunir,  saya saja pakai masker dan debunya masih tembus ke hidung. Selain itu jangan kaget kalau pakaian anda kotor oleh debu.
  • Pukul 09.00 : Kami mengunjungi Telaga Warna, ternyata disana  tidak ada wisata airnya seperti naik perahu.

Selanjutnya kami berkemas pulang dan diantarkan menuju St. Purwokerto untuk kembali ke Jakarta. Alhamdulillah perjalanan berlangsung lancar dan menyenangkan, semoga suatu saat nanti ada momen untuk bisa menikmati kembali suasana Dieng yang sejuk dan indah.

 

2 thoughts on “Pengalaman serta Tips & Trik Berwisata di Dieng 2015”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *