Berhentilah belajar trading forex! Berikut ini salah satu pertimbangannya

Dewasa ini banyak situs di internet yang memberikan fasilitas kepada kita untuk bertransaksi valas dan saham secara online. Iklan dan promosi menarik mereka banyak dijumpai di internet sehingga membuat banyak orang berkenalan dengan dunia trading forex, salah satunya saya.

Saya berkenalan dengan dunia forex pertama kali saat masih SMA yaitu tahun 2009. Saat itu saya trading forex selama 2 bulan dan rugi sekitar 3 juta rupiah, lalu saya berhenti trading. Kemudian tahun 2013 saya kembali belajar forex melalui forum-forum di internet. Saya mencoba beberapa teknik trading yang menurut saya menguntungkan sehingga selama setahun saya mendapatkan penghasilan yang cukup untuk diri sendiri.

Penghasilan tertinggi saya terjadi pada bulan april – juli 2014, saat itu ada broker yang memberikan rebate besar sehingga selama 3 bulan itu penghasilan total saya mencapai 30 juta rupiah. Kemudian saya berhenti trading pada awal agustus karena broker yang saya pakai mulai pelit dalam memberikan rebate.

Saya mulai trading lagi pada bulan januari 2015 dengan menggunakan broker yang sama dengan sebelumnya karena broker tersebut memberikan rebate yang bisa menutupi biaya spread. Tapi kali ini saya menggunakan teknik trading baru yang bersifat martingale. Saya mendapatkan 15 juta rupiah tidak sampai sebulan, lalu saya berhenti trading karena broker tersebut mulai pelit lagi dalam memberikan rebate.

Setelah itu saya mempertimbangkan untuk menggunakan teknik trading martingale saya pada broker lain, saya pikir walaupun penghasilan lebih kecil tapi kan bertahap bisa menjadi big player (bermain dengan modal besar). Tapi saya memutuskan untuk berhenti trading sampai saat ini.

Mungkin anda bertanya kenapa?

Karena saya teliti pada dasarnya banyak broker forex merupakan tipe bandar walaupun banyak dari mereka tidak mau mengakui itu. Salah satu buktinya adalah saat anda untung dalam jumlah uang yang kecil mereka masih ‘wait and see’, tapi saat anda untung dalam jumlah uang yang besar maka mereka pasti akan ‘mengusir’ anda dengan berbagai alasan privat.

Itulah sebabnya saya tidak mau membuang waktu saya untuk memulai lagi karir di trading forex. Kita tentunya ingin pekerjaan yang ada jenjang karirnya, oleh sebab itu kita harus punya gambaran karir di masa depan, dan yang lebih penting go ahead mulai dari sekarang 🙂

Btw otak spekulan saya juga sempat mempertimbangkan untuk trading saham, tapi saya milih untuk meneruskan studi saya di bidang akuntansi. Toh kalau dipikir penghasilannya hampir sama dengan resiko yang lebih kecil. Untuk berinvestasi di saham kalau ga mau ribet lewat reksadana saja.

3 thoughts on “Berhentilah belajar trading forex! Berikut ini salah satu pertimbangannya”

    1. sederhana mas strateginya yaitu pakai martingale dengan TP 7 pip SL 5 pip pada EUR/USD saat sesi eropa & amerika, tanpa pakai indikator, OP berdasarkan feeling dari pergerakan chart M1. Saya pakai martingale hingga 10 level dan tidak trading saat 1 jam menjelang news penting. Selama 2 bulan saya tidak pernah menyentuh level 10, paling banter level 9 🙂

  1. Seorang trading harus belajar materi yang berkaitan dengan psikologi trading, seperti mental trading dan sikap yang harus dimiliki. Trader harus memiliki sikap sabar, konsisten, dan tidak serakah ketika melakukan perdagangan forex. Selain itu, mental trading harus berani menghadapi kekalahan karena bisnis satu ini tidak semua orang berhasil banyak orang mengalami kerugian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *